Selasa, 27 Oktober 2015

Tentang Faris Bobero



Faris Bobero, dibesarkan dari keluarga buruh di Tobelo, Halmahera Utara. Anak ketiga dari lima bersaudara. Masa kecilnya dihabiskan di jalan ketika konflik horizontal melanda Maluku Utara pada tahun 1999 hingga memaksanya mengungsi ke Makassar (Ujung Pandang saat itu). 

Di Makassar, Faris melanjutkan pendidikan dasar di MI YASPI Sambung Jawa Makassar dan Lulus pada tahun 2000. Akibat orang tuanya kehilangan mata pencarian, keluarganya memilih balik ke Ternate. 

Faris pun melanjutkan pendidikan SMP di Ternate. Saat itu dibuka SMP N 1 Tobelo Alternatif di Ternate. Sekolah tersebut diperuntukkan bagi para pengungsi. Setelah konflik reda, pada 2003 mereka memilih balik ke kampung halaman, Tobelo. Saat itu pula, ayahnya tidak lagi mendapat pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tobelo. Dengan alasan, ayahnya tidak memiliki ijazah SD-SMA. Selain itu, posisi ayahnya yang dulu sebagai mandor telah diganti orang lain. Kini, ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan. Hingga pada tahun 2006, Faris lulus pendidikan SMA di Madrasah Aliyah Alkhairaat Tobelo. 

Biaya sekolahnya didapat dari hasil kerja di warung Coto Makassar di Tobelo. Mulai dari itu, pemilik warung Coto Makassar di Dufa-Dufa, yang juga menjadi orang tua angkatnya menyarankan agar Ia melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Kota Ternate. 

Faris melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) pada tahun 2006 dan lulus pada tahun 2012. Ia memilih tidak mengambil ijazah. Ia berkeinginan berpergian ke daerah-daerah sambil belajar dan menulis catatan. Keinginan akan belajar menulis terus ia tekuni, hingga pada 2012, ia sempat mengikuti pendidikan wartawan di salah satu media massa di Jakarta. Kontak: farisbobero@yahoo.com.